Sampah kota Jakarta
Jakarta disebut sebagai kota yang sangat padat penduduknya, namun diantara padatnya penduduk tersebut tidak jarang ditemukan orang yang kurang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Seharusnya, Jakarta menjadi kota yang bersih dan kota pedoman bagi Indonesia. Kali - kali yang berada di Jakarta seharusnya juga bersih dan mengalir dengan lancar. Melihat Jakarta yang bersih tanpa ada sampah - sampah yang berceceran dimana - mana merupakan kepuasan tersendiri bagi penduduk Jakarta.
Namun, faktanya masih banyak orang yang terkesan tidak peduli terhadap dampak yang akan timbul jika terus - menerus membuang sampah sembarangan. Banyak penduduk Jakarta yang berpikir bahwa menjaga lingkungan hanya tanggung jawab pemerintah dan para petugas kebersihan. Mereka terlalu malas untuk mencari tempat sampah dan akhirnya memilih untuk membuang ke sembarang tempat, misalnya di pinggiran jalan atau di kali.
Ke depannya, sampah - sampah yang di buang secara sembarangan itu akan berakibat buruk bagi Jakarta. Sampah yang di buang di kali akan menyumbat aliran kali dan pada saat hujan tiba, kali yang sudah tersumbat akan menyebabkan banjir. Sampah yang di temukan di jalan akan membuat citra penduduk Jakarta menjadi buruk di mata penduduk asing maupun penduduk lokal.
Semestinya, penduduk Jakarta menyadari betapa pentingnya menjaga lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya. Mencegah lebih baik daripada terjadi dampak buruk yang akan timbul jika terus - menerus melakukan kebiasaan buruk tersebut.
Jumat, 22 September 2017
Minggu, 03 September 2017
Hikayat
Hikayat merupakan salah satu karya sastra lama yang berbentuk prosa yang didalamnya mengisahkan tentang kehidupan dari keluarga istana, kaum bangsawan atau orang-orang ternama dengan segala kehebatan, kesaktian ataupun kepahlawanannya.
Hikayat juga memiliki fungsi, yaitu sebagai pembangkit semangat, pelipur lara, atau untuk meramaikan suatu pesta.
Hikayat mulai berkembang pada masa Melayu Klasik, sehingga banyak kata yang mengandung bahasa Melayu Klasik yang terkadang susah untuk dimengerti oleh orang lain.
Seperti yang diucapkan sebelumnya, hikayat termasuk dalam jenis prosa lama yang mempunyai beberapa ciri, diantaranya:
1. Hikayat menggunakan bahasa Melayu lamaIstana sentries, artinya pusat ceritanya berada didalam lingkungan istana
2. Pralogis, artinya banyak cerita didalam hikayat tidak dapat di terima oleh akal
3. Statis, artinya bersifat kaku dan tetap
4. Anonim, artinya tidak jelas siapa yang mengarang hikayat tersebut
5. Hikayat menggunakan kata arkhais, yaitu kata-kata yang saat ini sudah tidak lazim digunakan, seperti syahdan dan sebermula.
Unsur-unsur yang terdapat dalam hikayat sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jenis prosa lama yang lainnya. Hikayat dibangun oleh dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
Maksud dari unsur intrinsik dalam hikayat adalah unsur yang membangun cerita tersebut dari dalam. Sedangkan, unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun cerita tersebut dari luar.
Selain pengertian, ciri-ciri, dan unsur dalam hikayat, selanjutkan saya akan menjelaskan unsur-unsur intrinsik yang membangun sebuah hikayat:
1. Tema, yaitu gagasan yang mendasari sebuah cerita.
2. Latar, yaitu tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam suatu cerita
3. Alur, yaitu jalinan peristiwa dalam sebuah cerita
4. Amanat, yaitu suatu pesan yang disampaikan oleh pengarang melalui sebuah cerita
5. Tokoh, yaitu pemeran di dalam cerita. 6. Penokohan, yaitu penggambaran watak seorang tokoh.
7. Sudut pandang, yaitu pusat pengisahan darimana suatu cerita dikisahkan oleh si pencerita
8. Gaya, gaya berhubungan dengan bagaimana si penulis menyajikan suatu cerita dengan menggunakan bahasa dan unsur-unsur keindahan lainnya.
Sedangkan unsur-unsur ekstrinsik dari hikayat biasanya berhubungan dengan latar belakang cerita, misal seperti latar belakang agama, adat, budaya dan lain-lain. Unsur ekstrinsik juga berhubungan dengan nilai/norma kehidupan dalam cerita, contohnya seperti nilai moral, nilai agama, nilai sosial, nilai budaya dan lainnya.
Hikayat juga memiliki fungsi, yaitu sebagai pembangkit semangat, pelipur lara, atau untuk meramaikan suatu pesta.
Hikayat mulai berkembang pada masa Melayu Klasik, sehingga banyak kata yang mengandung bahasa Melayu Klasik yang terkadang susah untuk dimengerti oleh orang lain.
Seperti yang diucapkan sebelumnya, hikayat termasuk dalam jenis prosa lama yang mempunyai beberapa ciri, diantaranya:
1. Hikayat menggunakan bahasa Melayu lamaIstana sentries, artinya pusat ceritanya berada didalam lingkungan istana
2. Pralogis, artinya banyak cerita didalam hikayat tidak dapat di terima oleh akal
3. Statis, artinya bersifat kaku dan tetap
4. Anonim, artinya tidak jelas siapa yang mengarang hikayat tersebut
5. Hikayat menggunakan kata arkhais, yaitu kata-kata yang saat ini sudah tidak lazim digunakan, seperti syahdan dan sebermula.
Unsur-unsur yang terdapat dalam hikayat sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jenis prosa lama yang lainnya. Hikayat dibangun oleh dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
Maksud dari unsur intrinsik dalam hikayat adalah unsur yang membangun cerita tersebut dari dalam. Sedangkan, unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun cerita tersebut dari luar.
Selain pengertian, ciri-ciri, dan unsur dalam hikayat, selanjutkan saya akan menjelaskan unsur-unsur intrinsik yang membangun sebuah hikayat:
1. Tema, yaitu gagasan yang mendasari sebuah cerita.
2. Latar, yaitu tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam suatu cerita
3. Alur, yaitu jalinan peristiwa dalam sebuah cerita
4. Amanat, yaitu suatu pesan yang disampaikan oleh pengarang melalui sebuah cerita
5. Tokoh, yaitu pemeran di dalam cerita. 6. Penokohan, yaitu penggambaran watak seorang tokoh.
7. Sudut pandang, yaitu pusat pengisahan darimana suatu cerita dikisahkan oleh si pencerita
8. Gaya, gaya berhubungan dengan bagaimana si penulis menyajikan suatu cerita dengan menggunakan bahasa dan unsur-unsur keindahan lainnya.
Sedangkan unsur-unsur ekstrinsik dari hikayat biasanya berhubungan dengan latar belakang cerita, misal seperti latar belakang agama, adat, budaya dan lain-lain. Unsur ekstrinsik juga berhubungan dengan nilai/norma kehidupan dalam cerita, contohnya seperti nilai moral, nilai agama, nilai sosial, nilai budaya dan lainnya.
Langganan:
Komentar (Atom)
My First BestFriend
" Dan paling menenangkan saat Ibu mengatakan “semuanya pasti baik-baik saja.” ” Ibu adalah sosok yang kuat dan penyayang. Hal i...
-
Halo teman-teman! Perkenalkan nama saya Sheryl Vanya Irenia, panggil aja Sheryl atau Ecil biar enak hehe. Saya selaku pemilik blog ini ak...
-
Hai guys, hari ini gw akan membagikan buku yang gw baca di awal tahun 2018 ini. Kalian tahu novel Badminton Addict? Novel tersebut patut kal...
-
1. Mengapa kita harus bernegosiasi? A. Karena dalam hidup kita harus memenuhi kebutuhan hidup dengan pengeluaran sedikit dikitnya B. Karen...